Sunday, January 5, 2014

Bubur ayam di Surabaya dan Bandung

Hari minggu ini adalah hari minggu pertama saya kos dibandung. Harus super duper cepat adaptasinya. Mulai dari mikir mau cari sarapan apa di daerah tempat kos baru saya sampe mikir mau melakukan aktivitas apa di hari libur ini.

Setelah mandi dan berpakaian lengkap pastinya, saya memberanikan diri keluar keliling komplek daerah kos baru saya. Ternyata jika keluar gang ke arah kiri lebih dekat menuju Jl brigjen Katamso. Sambil menyusuri trotoar menuju Jl. WR Supratman mencoba cari warung yg buka akhirnya saya mampir ke Circ*** K untuk membeli biskuit dan air mineral untuk jaga2 klo tdk menemukan warung yg buka. Setelah itu saya melanjutkan menyusuri Jl WR.Supratman hingga tepat di depan gang Jl. Terusan Ciliwung. Di pojok sebrang jalan ada penjual bubur ayam. Tanpa pikir panjang lebar kali tinggi saya putuskan sarapan bubur ayam.

Setelah memesan dan memutuskan makan ditempat, terhidanglah semangkok bubur ayam lengkap dengan irisan telor rebus dan jeroan serta ditambah semangkok kerupuk. Ternyata benar apa yg diceritakan di blog2 yg saya baca bahwa beli makanan dibandung tanpa diminta, kita dikasi air teh yg tentunya tawar. Dan tentu saja di meja juga tersedia kecap manis, merica dan tissue. Ada beberapa perbedaan khas antara bubur ayam yg biasa saya beli di surabaya dan dibandung. Yang paling terasa perbedaannya adalah masalah kecap, bubur ayam yg selama ini saya beli di surabaya selalu memakai kecap asin, sedangkan yg saya temui dibandung selalu menggunakan kecap manis. Selain itu bubur ayam dibandung jarang saya temui menggunakan seledri atau irisan daun bawang merah. Selain itu bubur ayam yg disurabaya biasanya memakai irisan telur dadar bukan rebus serta kedelai goreng, sedangkan dibandung tidak memakainya. Tapi dari segi rasa saya lebih suka yg pakai kecap manis (masalah selera aja). Coba kalo ada potongan sayur mungkin lebih mantap jaya. Tapi dimanapun saya berada, tetap saya rindu makanan surabaya.

Saturday, January 4, 2014

Pengalaman cari kos di Bandung

Wooww, ini benar-benar lembaran baru dengan tempat baru serta pekerjaan baru. Dengan modal nekad (mirip bonek dikit) dan mimpi setinggi langit saya berangkat ke kota yang sebelumnya blm pernah saya datangi sama sekali. Yeaahh...Bandung. Entahlah, kadang saya juga tdk menyangka bakal nyangkut dikota ini. Tentu saja proses adaptasi tdk semudah membalikkan tangan. Pertama saya benar-benar buta dengan kota ini, hingga mencoba buka maps di smartphone tapi tdk banyak membantu. Kedua masalah transportasi, secara dikota sebelumnya (Surabaya) saya selalu mengandalkan motor untuk mencapai tempat-tempat yg ingin saya tuju. Ketiga, masalah bahasa, ini mungkin agak parah dikarenakan saya tdk mebekali diri dengan kemampuan berbahasa sunda sama sekali (butuh kursus intensif). Selanjutnya saya dihadapkan dengan masalah harus cari kos secepat mungkin karena sementara masih numpang dirumah saudara jauh (saudara jauhhhh banget pokoknya, smp sungkan banget mo ngrepotin). 

Penampakan kondisi ruang kos
Untunglah hari ini (tgl 4 januari 2014) saya dpt kos yg lumayan, setelah sebelumnya mendapat shock therapy yg lumayan bikin kepala serasa puyeng. Bagaimana tidak? saya yg buta daerah Bandung dengan tekad yg sangat kuat membahana gerimis keliling di gang-gang daerah muararajeun hingga jl terusan ciliwung, keluar lagi ke jl WR Supratman, hingga entah berapa kali saya bolak balik melewati jalan dan gang yang sama. Hingga pada ankhirnya menemukan tempat kos dengan judul menerima kos putri muslimah (aaiihhh, SARA banget yah), dengan mata yang berbinar saya memberanikan diri ketok pintu. Keluarlah sesosok mas-mas (akang-akang;sunda. hehhehee) menyambut kami. Setelah menyampaikan niat kami mencari kos, si akang menginfokan bahwa ada kamar kosong tinggal 1 (tadinya niatnya cari 2 kamar buat temen baruku si teh Nurul yg saat itu turut mengantar keliling cari kos). Akhirnya saya setuju karena memang secepatnya membutuhkan tuh kamar dan teh Nurul katanya bisa menyusul karena ada satu kamar juga yg penghuninya cuma sewa 1 bulan. Saat saya mau kasih DP si akang menolak katanya sekalian nanti sore ato besok aja saat sudah mulai menempati. Dalam hati saya, betapa baik dan percaya yah orang-orang disini. Dengan hati lega saya kembali ke rumah saudara jauh saya di daaerah Jl Terusan Gatot Subroto (Depan Pindad) dan mengabarkan kalau saya sudah dpt tempat kos yang lumayan fasilitasnya dengan harga 650.000 (rupiah). Seketika Saudara saya menawarkan untuk mengantar saya sore itu dikarenakan Ibu saya (Camer....eeehhmm) berencana ke Bintaro sore itu juga, jadi sekalian ke travel Baraya yang arahnya sama dengan tempat kos baru saya. 

Setelah packing dan membereskan bawaan saya (1 koper super besar, 1 koper sedang, 1 kardus ukuran standing fan, 1 tas ransel dan 2 tas tangan) kami menuju ke tempat kos baru saya terlebih dahulu. Pintu nya sudah terbuka, saya masuk dan menanyakan keberadaan si akang tadi. Kami disambut adiknya 2 orang cewek yg masih muda. Mereka menginfokan kalau si akang sedang pergi. Maka dengan sigap saya telepon (sblmnya sudah minta no hape krn takutnya pas si akang keluar rumah) dan alangkah terkezzzuutnya saya (saking sangat terkejutnya) ketika si akang berkata "maaf mbak, ternyata kamarnya udah ada yg booking duluan sama si mama saya dan saya tdk dikasi tau". kwwwookkk kwwoookkk....rasanya langsung pengen nangis aja. Setelah itu si adek nya menghubungi si mama yg katanya masih ada di Semarang. Dengan sangat menyesal si mama (via hape) meminta maaf dan merekomendasikan tempat kos yg jaraknya beberapa langkah dari situ yg katanya adalah tempat neneknya. Untunglah, sore itu juga saya dapat kos yg fasilitas dan harganya sama dengan kos sebelumnya, hanya saja kondisinya sekilas lebih bersih dari kos sebelumnya.
fasilitas: 1 lemari ukuran kecil, 1 meja kecil dan single bed+2 bantal

Selesai.



Note: Maaf ya kalo alur dan cara berceritanya masi acak2 kan. secara masi belajar buat blogging. Mohon saran yang membangun dan bimbingannya. 
Penampakan luar kamar: mesin cuci, kulkas, kamar mandi, dapur, tempat cuci piring, pintu menuju tempat jemuran

Ruang makan Bersama