Hari minggu ini adalah hari minggu pertama saya kos dibandung. Harus super duper cepat adaptasinya. Mulai dari mikir mau cari sarapan apa di daerah tempat kos baru saya sampe mikir mau melakukan aktivitas apa di hari libur ini.
Setelah mandi dan berpakaian lengkap pastinya, saya memberanikan diri keluar keliling komplek daerah kos baru saya. Ternyata jika keluar gang ke arah kiri lebih dekat menuju Jl brigjen Katamso. Sambil menyusuri trotoar menuju Jl. WR Supratman mencoba cari warung yg buka akhirnya saya mampir ke Circ*** K untuk membeli biskuit dan air mineral untuk jaga2 klo tdk menemukan warung yg buka. Setelah itu saya melanjutkan menyusuri Jl WR.Supratman hingga tepat di depan gang Jl. Terusan Ciliwung. Di pojok sebrang jalan ada penjual bubur ayam. Tanpa pikir panjang lebar kali tinggi saya putuskan sarapan bubur ayam.
Setelah memesan dan memutuskan makan ditempat, terhidanglah semangkok bubur ayam lengkap dengan irisan telor rebus dan jeroan serta ditambah semangkok kerupuk. Ternyata benar apa yg diceritakan di blog2 yg saya baca bahwa beli makanan dibandung tanpa diminta, kita dikasi air teh yg tentunya tawar. Dan tentu saja di meja juga tersedia kecap manis, merica dan tissue. Ada beberapa perbedaan khas antara bubur ayam yg biasa saya beli di surabaya dan dibandung. Yang paling terasa perbedaannya adalah masalah kecap, bubur ayam yg selama ini saya beli di surabaya selalu memakai kecap asin, sedangkan yg saya temui dibandung selalu menggunakan kecap manis. Selain itu bubur ayam dibandung jarang saya temui menggunakan seledri atau irisan daun bawang merah. Selain itu bubur ayam yg disurabaya biasanya memakai irisan telur dadar bukan rebus serta kedelai goreng, sedangkan dibandung tidak memakainya. Tapi dari segi rasa saya lebih suka yg pakai kecap manis (masalah selera aja). Coba kalo ada potongan sayur mungkin lebih mantap jaya. Tapi dimanapun saya berada, tetap saya rindu makanan surabaya.




